Emansipasi Wanita Ala R.A Kartini Vs Emansipasi Masa Kini

SGambarebagian orang mengenal R.A Kartini hanya sebatas pahlawan nasional . Sebagian lagi mengenal kartini sebagai seorang tokoh  atau aktivis feminisme masa lampau dikarenakan tulisan-tulisannya yang dianggap menyuarakan semangat perlawanan perempuan terhadap adat jawa dan agama islam.

Raden Adjeng Kartini atau lebih tepatnya Raden Ayu Kartini , dilahirkan di Jepara, Jawa Tengah , 17 September 1904 pada usia yang terbilang muda , 25 tahun.

R.A Kartini adalah seseorang dari dari kalangan Priyayi atau bangsawan Jawa, Putri Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara. Ia adalah putri dari istri pertama. Ibunya M.A. Ngasirah putri dari Nyai Hj Siti Aminah  Dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara.

Pada masa kecilnya kartini memiliki pengalaman pahit saat belajar mengaji, Ia dimarahi guru ngajinya lantaran mempertanyakan makna dari bacaannya.

Sejak saat itulah timbul penolakan kartini terhadap Al-Quran. Hal ini dapat kita baca pada awal surat menyuratnya di dalam buku “Habia Gelap Terbitlah Terang”. “Mengenai agamaku Islam , Stella, aku harus menceriktakan apa? Agama Islam agama islam melarang ummatnya mendiskusikannya dengan ummat agama lain. Lagi pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam . Bagaimana aku dapat mencintai agamaku,kalau aku tidak mengerti,kalau aku tidak boleh memahaminya? Al-quran terlalu suci , tidak boleh diterjemahkan kedalam bahasa apa pun.Disini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang di ajar membaca tapi tidak di ajar makna yang dibacanya itu. Sama saja halnya seperti engkau mengajarkan aku buku bahsa nggris , aku ahrus hafal kata demi kata ,tetapi tidak satu patah kata pun yang kau jelaskan kepadaku artinya. Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati,bukankah begitu stella?” [surat kartini kepda stella,6 november 1899]

Sebagai ungkapan pemberontakan , Kartini juga menuliskan sebuah tulisan dalam surat-suratnya yang menampakkan wajah barat yang ia anggap berperadaban lebih tinggi.

Agar setaraf dengan Barat , Kartini merasa perlu perlu untuk mengejar ilmu ke Barat. Barat adalah kiblat kartini setelah melepaskan diri dari kungkungan adat.

“Aku mau meneruskan pendidikanku ke Holland, Karena Holland akan menyiapkan aku lebih baikuntuk tugas besar yang telah kupilih.” [surat kartini kepada Ny Ovink soer,1990]

“Pergilah ke Eropa . Itulah cita-citaku sampai nafasku yang terakhir. [surat kartini kepada Stella, 12 Januari 1900]

Demikianlah api pemberontakan yang menngelora di dalam jiwa seorang Kartini  pada awalnya. Ia merasa bahwa peradaban yang baik adalah peradaban dunia dan bangsa Barat. Peradaban Timur hanyalah peradaban kuno , rendah,dan sama sekali tidak bebas. Jika karena ide-ide dan gagasan itu seoarang Kartini memperoleh gelar pahlawan maka gelar tersebut tidak sepantasnya ia dapatkan.

Hingga kemudian , Pada suatu kesempatan , Ia menghadiri sebuah majelis pengajian yang dipimpin Kyai Hj M Sholeh bin Umar alias Kyai Sholeh Darat tentang tafsir surat Al-Fatihah. Kartini memperlihatkan ketertarikan dengan materi yang disampaikan. Hal ini menjadi wajar lantaran selama ini Beliau mempelajari Al-quran tanpa mengetahui maknanya.

Tradisi pada waktu itu dalam belajar Al-quran adalah dengan belajar menghafalkannya .Hingga terjadi sebuah dialog kecil antara keduanya.

“Kyai , Perkenankanlah saya menanyakan , bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu , namun menyembunyikan ilmunya?”. tanya kartini.

Tertegun Kyai Sholeh Darat mendengar pertanyaan Kartini.” Mengapa Raden ajeng bertanya demikian?

“Kyai , selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti maka dan arti surat pertama,dan induk Al-quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku.Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah,namun aku heran tak habis-habiisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran al-quran dalam bahasa Jawa.Bukankah Al-quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?” tanya kartini .

Semenjak memperoleh pencerahan dari dialog tersebut, maka Kartini mulai berubah arah pemikirannya sedikit demi sedikit, pelan perlahan namun pasti. Arahan pemikirannya mulai terbaca pada tulisan – tulisan sesudahnya . Pandangannya terhadap dunia barat bergeser.

“Sudah lewat masanya,tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya .Maafkan kami , tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal – hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban.” [surat kartini kepada Ny Abendanon,27 Oktober 1902]

Penentangannya terhadap adat Jawa yang terbaca pada surat-surat sebelumnya mulai mereda setelah memperoleh banyak pencerahan. Ia pun menulis , “kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak perempuan, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak perempuan menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya.Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam kedalam tangannya : menjadi ibu,pendidik manusia yang pertama-tama . [ surat kartini kpada prof anton dan nyonya, 4 oktober 1902]

Inilah sebuah gagasan akhir seorang Kartini,yang pada akhirnya menerima suntingan suntingan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adiningrat. yang sudah pernah memiliki tiga orang istri. Gagasannya tidaklah sama dengan golongan feminis masa kini.sayangnya ,pergolakan dan arah perubahan kartini belum terlalu tuntas.Ia meninggal september 1904 dalam usia 25 tahun.

judul buku Habis Gelap Terbitlah Terang sesungguhnya diambil dari surah al-baqarah ayat 257 “orang-orang yang beriman dibimbing Allah dari gelap menuju cahaya”( minadzdzulumaati ilan nuur).

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s