Rehabilitasi Krisis Kejiwaan Warga Balinuraga Pasca Konflik Lampung Selatan

REHABILITASI KRISIS KEJIWAAN WARGA BALINURAGA PASCA KONFLIK SOSIAL DI LAMPUNG SELATAN

 

                                                            BAB I

                                                PENDAHULUAN

 

1.1 Latar belakang

 

            Konflik merupakan interaksi sosial yang berbentuk pertentangan karena adanya suatau perbedaan,baik itu perbedaan fisik maupun perbedaan pandangan. Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang dihuni oleh begitu banyak suku bangsa yang membentuk kemajemukan bangsa.kemajemukan ini sangatlah rentan terhadap terjadinya konflik mengingat Indonesia dihuni oleh lebih dari 365 suku bangsa.masyarakat majemuk juga dapat kita temui didaerah-daerah diindonesia salah satunya adalah lampung Selatan.

           Lampung Selatan merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung,beribukota di Kalianda. Lampung Selatan terdiri atas banyak etnis yakni etnis asli lampung yang terdiri dari suku lampung peminggir dan suku lampung pepadun,yang digolongkan dalam 7 marga (marga Pesisir/Rajabasa, Marga Legun, Marga Katibung, Marga Dantaran, Marga Ratu, Marga Sekampung Ilir, dan Marga Sekampung Udik). Kaum pendatang juga ikut menyusun kemajemukan masyarakat Lampung Selatan baik itu dari pulau jawa maupun pulau bali ataupun etnis sumatera lainnya sperti etnis minangkabau  yang datang dari sumatera barat.yang turut menyusun kemajemukan masyarakat lampung selatan.

           Kemajemukan masyarakat Lampung Selatan ini berpotensi menyebabkan konflik,baik itu konflik antar etnik maupun konflik sosial. Konflik sosial yang terjadi di Lampung Selatan ,tentu saja berdampak pada kehidupan warga yang terkena konflik salah satunya adalah warga balinuraga,banyak dari mereka yang kehilangan saudara maupun harta benda. Konflik sosial seperti ini tidak hanya menimbulkan kerugian materi tapi juga menimbulkan kerugian psikis atau kejiwaan dikarenakan rasa takut ataupun tidak aman.hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk mengankat judul “Rehabilitasi Krisis Kejiwaan Warga Balinuraga Pasca Konflik Sosial di Lampung Selatan”.

 

 

 

 

1.2 Rumusan masalah:

1. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan krisis kejiwaan warga Balinuraga pasca       konflik?

2. Apa tindakan yang harus dilakukan pemerintah Lampung Selatan dalam rangka rehabilitasi krisis kejiwaan warga Balinuraga pasca konflik?

3. Langkah apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka rehabilitasi krisis kejiwaan warga Balinuraga pasca konflik?

 

1.3 Pembatasan masalah

Peran pemerintah dan mahasiswa  dalam rangka pemulihan krisis kejiwaan atau pemulihan psikologis warga blinuraga pasca konflik.

 

                                                           

 

 

 

BAB II

                                                LANDASAN TEORI

2.1 Teori Krisis

2.2 Teori Kejiwaan

2.3 Teori Konflik

 

                                                           

 

 

 

 

 

BAB III

                                                    PEMBAHASAN

 

3.1Definisi konflik.

 Menurut Taquiri dalam buku Newstorm dan Davis (1977),sebagaimana disebutkan Bernard Raho dalam buku Sosiologi Modern. konflik merupakan warisan kehidupan sosial yang  berlaku dalam berbagai keadaan akibat dari bangkitnya keadaan ketidaksetujuan, kontroversi dan pertentangan di antara dua pihak atau lebih secara terus menerus.

 Menurut Gibson (1997: 437), hubungan selain dapat menciptakan kerjasama, hubungan saling tergantung dapat pula melahirkan konflik. Hal ini terjadi jika masing – masing komponen organisasi memiliki kepentingan atau tujuan sendiri – sendiri dan tidak bekerja sama satu sama lain.

Berdasarkan dua pengertian diatas penulis menyimpulkan bahwa konflik merupakan akibat dari adanya ketidak sepakatan,kontroversi,perbedaan pandangan,dan pertentangan kepentingan baik antar individu maupun antar kelompok sebagai hasil dari interaksi sosial individu maupun kelompok.dimana konflik ini akan terus ada selama interaksi itu sendiri masih ada.

               

3.2 Definisi krisis kejiwaan.

Krisis kejiwaan adalah ganguan dalam diri individu dikarenakan  peristiwa yang menegangkan atau mengancam  yang dirasakan oleh individu.

Definisi diatas memberikan kita gambaran bahwa krisis kejiwaan terjadi karena adanya hal yang menegangkan maupun mengancam yang dirasakan oleh individu,pada kasus krisis kejiwaan warga Balinuraga Lampung Selatan disebabkan oleh adanya konflik sosial yang berkecamuk didaerah tersebut. Konflik inilah yang memicu krisis kejiwaan pada warga Balinuraga,Lampung Selatan.

 

               

 

 

3.3 Bentuk  krisis kejiwaan yang dialami warga balimuraga,lampung selatan.

Krisis kejiwaan yang dialami oleh warga balinuraga, lampung selatan.Merupakan bentuk Krisis Kejiwaan Situasional.  Krisis ini terjadi dikarenakan peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba biasanya berkaitan dengan pengalaman kehilangan.Dalam kasus krisis kejiwaan warga Balinuraga adalah kehilangan orang tercinta atau kerabat maupun keluarga dan materi sebagai akibat dari berlangsungnya konflik.

 

3.4 Factor-faktor yang menyebabkan krisis kejiwaan warga Balinuraga pasca konflik.

            Krisis kejiwaan dapat terjadi karena banyak hal baik itu rasa takut,merasa tidak aman,trauma,kehancuran hati ataupun stressor lainnya yang kemudian menimbulkan ketakutan dikalangan warga balinuraga,lampung selatan. Krisis kejiwaan terjadi sebagai akibat dari adanya perasaan tidak aman yang mengakibatkan timbulnya ketakutan dikalangan warga yang menimbulkan rasa was-was saat hendak beraktivitas ,selain itu krisis kejiwaan juga dipicu oleh trauma yang cukup besar dikalangan warga terutama kaum ibu rumah tangga sebagai akibat dari konflik yang telah berlangsung.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan ditariknya pasukan pengawas oleh pihak pemerintah yang akan semakin meningkatkan rasa tidak aman maupun takut dikalangan warga balinuraga, lampung selatan.Tewrlebih lagi pemerintah daerah yang dianggap gagal dan tidak mampu mengatasi konflik sosial antar warga di Lampung Selatan           .              

3.5 Tindakan yang harus dan dapat dilakukan pemerintah Lampung Selatan dalam rangka rehabilitasi krisis kejiwaan warga Balinuraga pasca konflik.

            Melakukan program perdamaian antar pihak yang berkonflik pasca konflik dinilai mampu mengurangi sedikit rasa takut dikalangan warga.Selain itu pemerintah juga bisa mengintenskan dialog antar tokoh masyarakat dan perlahan mengintenskan dialog antar kelompok warga,diharapkan dengan adanya dialog intens antar tokoh masyarakat maupun tokoh adat ini bisa mengurangi potensi konflik dan kesalahpahaman antar warga. Mempertahankan pasukan kepolisian sebagi pengawas didaerah pasca konflik juga bisa mengurangi rasa takut dan rasa was-was warga dalam menjalankan aktivitas harian mereka.

 

 

 

3.6 Dalam rangka pemulihan psikologis warga pemerintah daerah melalui badan penanggulangan bencana daerah(BPBD)dapat melakukan intervensi krisis dengan memberikan:

 

  1. Bantuan konseling dan konsultasi keluarga         

    Bantuan konseling dan konsultasi keluarga adalah pemberian pertolongan kepada individu atau keluarga untuk melepaskanketegangan dan beban psikologis secara terstruktur.

 

  1. Pendampingan pemulihan trauma

Pendampingan pemulihan trauma adalah pendampinganterstruktur dengan berbabagai metode terapi psikologis yangtepat kepada individu yang mengalami trauma psikologis agar dapat berfungsi secara normal kembali.

 

  1. Pelatihan pemulihan kondisi psikologis

 

Pelatihan pemulihan kondisi psikologis adalah pelatihan untuk pemuka komunitas, relawan dan pihak-pihak yang ditokohkan/mampu dalam masyarakat untuk memberikan

dukungan psikologis kepada masyarakatnya.

Bantuan konseling dan konsultasi keluarga dianggap penting oleh penulis terutama untuk kalangan ibu rumah tangga,mengapa?. Hal ini dikarenakan dalam menjalankan aktivitas harian kelurga kaum pria pergi mencari nafkah keluar rumah dan menyibukkan diri dengan pekerjaan mereka sedangkan kalangan anak-anak pergi keluar rumah untuk bersekolah kemudian selepas sekolah mereka bermain bersama teman-teman mereka.Keadannya berbeda dengan kalangan ibu rumah tangga yang berdiam diri dirumah mengurus pekerjaan rumah tangga yang secara langsung membuat mereka secara terus menerus saling berpapasan dengan bekas konflik menatapi rumah yang rusak pasca konflik,sehingga mampu menyebabkan tekanan batin yang lebih tinggi dibanding kaum pria dan anak-anak.

Pada kondisi inilah para konselor mengambil peran guna rehabilitasi krisis kejiwaan pasca konflik yakni dengan menjadi teman bagi masyarakat dengan membina hubungan baik antara masyarakat dan konselor. Diharapkan dengan demikian masyarakat bisa lebih lepas mengungkapkan keluhan dan beban batin mereka kepada konselor. Hal ini juga sekaligus menjadi upaya pemulihan trauma. Keadan seperti ini secara langsung akan mempermudah konselor dalam memberikan solusi atas krisis kejiwaan yang terjadi pada warga Balinuraga,Lampung Selatan.

Pelatihan pemulihan yang diberikan pada tokoh masyarakat adalah guna percepatan penanganan krisis kejiwaan yang terjadi pada warga. Penulis menganggap hal ini penting karena bagaimanapun juga tokoh masyarakat adalah orang yang lebih mengerti keadaan masyarakatnya dan juga dipandang lebih dikalangan masysrakat. Sehingga akan lebih mudah bagi pemerintah melakukan pemulihan psikologis warga Balinuraga, pasca konflik. Pelatihan pemulihan yang diberikan pada tokoh masyarakat ini juga bertujuan untuk meredam potensi konflik lanjutan.

 

3.7 Peran yang dapat dilakukan oleh mahasiswa dalam rangka rehabilitasi krisis kejiwaan warga balinuraga pasca konflik.

            Penulis sendiri adalah seorang mahasiswa sehingga menarik rasanya membahas peran apakah yang dapat dilakukan mahasiswa dalam rangka rehabilitasi krisis kejiwaan warga Balinuraga, Lampung Selatan. Penulis berpendapat peran yang dapat diambil oleh mahasiswa adalah sebagai sukarelawan maupun sebagai penyedia tenaga konselor. Beberapa alasan mengapa mahasiswa dapat mengambil peran ini yang pertama sesuai dengan Tridharma perguruan tinggi yakni menjalankan pengabdian kepada masyarakat,dan yang kedua mengingat fungsi mahasiswa sebagai pengayom masyarakat.

Mahasiswa dapat menjadi tenaga sukarelawan dengan melalui organisasi-organisasi kemahasiswaan. Mahasiswa bisa menjadi teman bermain bagi kalangan anak-anak dengan jalan menyediakan permainan-permainan, baik untuk kalangan anak-anak maupun kalangan remaja dan mahasiswa juga bisa ikut bermain dengan mereka. Mahasiswa juga bisa menjadi penyedia tenaga konselor misalnya saja dengan mengirim rekan mahasiswa yang berpendidikan Bimbingan Konseling dan mahasiswa Psikologi karena selain dapat membantu pemerintah mereka juga bisa mempraktekkan ilmu mereka.

Mahasiswa juga bisa ikut dalam upaya pengurangan trauma melalui unit kegiatan mahasiswa (UKM) Hypnoseft, Dimana rekan mahasiswa yang memiliki kemampuan hypnotis mampu mempraktekkan kemampuan mereka melalui pemberian hypnotherapy  kepada warga Balinuraga,Lampung Selatan. Mahasiswa juga mampu mengambil peran motivasi dan pencerahan melalui UKM Kerohanian mahasiswa, yang membatu memotivasi warga melalui ceramah keagamaan. Tentu saja agama yang berbeda ditangani oleh UKM Kerohanian yang berbeda.

           

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

      KESIMPULAN

4.1Kesimpulan

 Koflik merupan hasil dari interaksi sosial.Koflik dapat mengakibatkan krisis kejiwaan dikalangan warga yang berkonflik. Bannyak faktor yang melatar belakangi krisis kejiwaan,dan krisis kejiwaan sendiri terdiri atas beberapa bentuk namun krisis kejiwaan ini bukanlah hal yang baik untuk dibiarkan.Sehingga perlu adanya upaya Rehabilitasi. Dalam rangka rehabilitasi krisis kejiwaan warga Balinuraga pasca konflik pemerintah daerah dapat mengambil tindakan pemulihan melalui BPBD sementara itu mahasiswa juga dapat ikutu ambil bagian dalam rangka pemulihan krisis kejiwaan warga Balinuraga pasca konflik melalui organisasi-organisasi kemahasiswaan.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s